Tuesday, January 8, 2013

10 Stadion termegah di Dunia 2012

Ini adalah 10 stadion Termegah di Dunia 2012, Baik langsung saja di Simak, Berikut 10 Stadion Termegah di Dunia 2012.

1. Estadio Azteca, Mexico City, Mexico




2. Nou Camp, Barcelona, Spanyol




Lapangan ini berdiri pada 1957 dengan menghabiskan dana US$3 juta. Nou Camp adalah lapangan sepakbola terbesar di Eropa, dengan kapasitas 120.000 penonton dan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Piala Dunia 1982.


3. Old Trafford, Manchester, Inggris
















Ini adalah salah satu stadion yang tak pernah luput dari huru-hara. Oleh sebab itu, jangan heran bila pada hari H pertandingan, aparat polisi mengelilingi seluruh penjuru stadion ini. Maklum saja, dari 68.000 tempat duduk yang tersedia, hanya 3.000 kursi yang disediakan untuk supporter lawan.


4. Estadio Santiago Bernabeu, Madrid, Spanyol




Real Madrid adalah satu dari kesebelasan sepakbola tertua di Eropa. Walau sudah terbentuk sejak 1902, tapi Real Madrid belum memiliki "kandang" sendiri sampai akhirnya lahir Stadion Chamartin 1924. Sayang, Chamartin hancur akibat perang sipil Spanyol, dan pemerintah setempat kemudian mendirikan Santiago Bernabeu di atas tanah tersebut pada 1947. Stadion ini menjadi tempat diselenggarakannya final Piala Dunia 1982.


5. Louis II, Monte Carlo, Monaco





6. Maracana, Rio De Janeiro, Brazil




Semua orang Brazil nampaknya menyukai sepakbola. Tak heran bila parlemen setempat membuat stadion ini dengan kapasitas 125.000 kursi. Sayang, tempat itupun nampaknya masih harus diperluas. Stadion yang sengaja dibangun untuk kepentingan Piala Dunia 1950 ini, kewalahan menampung 200.000 fans dua kesebelasan yang bertanding pada Piala Dunia 1950 di sana.


7. San Siro, Milan, Italia

















Di Italia, orang tak bisa memisahkan San Siro dari sepakbola. Rumah kesebelasan Inter Milan dan AC Milan ini, adalah satu dari sedikit tempat di Italia untuk olahraga. Stadion ini memiliki kapasitas 80.000 kursi dengan penataan cahaya yang luar biasa cantiknya.


8. Stadio Olimpico, Rome, Italia




Italia sudah 2 kali menjadi penyelenggara Piala Dunia. Pertama, tahun 1934, Piala Dunia diselenggarakan di Stadio Del PFN, dan yang kedua, yakni final Piala Dunia 1990 di stadion ini. Stadion ini juga menjadi saksi sejarah gagalnya kesebelasan AS Roma meraih gengsi melalui finalti melawan Liverpool pada 1984.

9. Azadi, Tehran, Iran




Dari namanya, Anda mungkin mengira Iran bukan tempat yang ideal untuk berbulan madu, padahal negara ini memiliki banyak tempat yang indah, termasuk stadion yang mampu menampung 100.000 penonton. Stadion ini pernah digunakan untuk Asian Games 1974.


10. International Stadium Yokohama, Yokohama, Jepang



Tahun 2002 menjadi sejarah karena Piala Dunia, untuk pertamakalinya dilangsungkan di Asia, dan diselenggarakan oleh 2 negara Asia sekaligus. Stadion yang dibangun dengan biaya 60 milar Yen ini mampu menampung 70.000 penonton.

Sunday, December 30, 2012

Hartadinata Harianto, Remaja Jenius RI yang Tempuh Akselerasi Sekolah di AS

 
Jakarta - Usianya masih 18 tahun, namun Hartadinata Harianto sudah menginjak Semester 5 di Stony Brook University, New York, Amerika Serikat (AS) di saat teman sebayanya masih menyelesaikan SMA. Harta memang mengalami akselerasi jenjang pendidikan karena kemampuannya yang di atas rata-rata. Apa sih rahasianya?

Saat berbincang dengan detikcom, Kamis (27/12/2012), Harta sudah bersekolah di AS sejak kelas 3 SD karena mengikuti keluarganya yang berasal dari Surabaya pindah ke AS. Dia sudah mendapatkan beasiswa sejak SMA. SMA di AS yang normalnya 4 tahun, ditempuh hanya dalam 2 tahun saja di Bard High School Early College, sekolah khusus percepatan dan favorit di New York.

Tak cuma itu, Harta mendapatkan beasiswa penuh dari Yayasan Bill & Melinda Gates selama bersekolah SMA Bard College. Padahal, tak mudah menjadi siswa di sana. Harta harus bersaing dengan 6 ribu - 8 ribu calon siswa cerdas lainnya yang disaring hanya menjadi 150 siswa.

Setelah sekolah selama 2 tahun, dia mendapat gelar Associate Degree (di Indonesia setara D3/sarjana muda, red) dari Bard High School. Lantas dia memilih masuk Stoony Brook University, dengan program studi ganda, ekonomi dan kedokteran. Dalam kedua program studi itu, Harta langsung menginjak Semester 5.

Nilainya, sejauh ini, Harta mengaku selalu mendapatkan nilai A dalam mata pelajaran di kedua program studi itu. Tak heran dia mendapat beasiswa penuh dari akomodasi hingga tempat tinggal.

Bagaimana mengatur waktu belajarnya? "Memang sih, memang sibuk. Kacau sedikit menurut saya. Saya bangun pagi tidurnya agak malam. Tidur jam 12 bangun jam 6. Setelah bangun, saya lari, fitness, makan cepat, mandi cepat. Saya jarang buang-buang waktu seperti tidur-tiduran. Di kelas saya membaca, dan melakukan semua hal produktif," jelasnya membagi sedikit kiat.

Ya, pandai membagi-bagi waktu menjadi salah satu kuncinya. Namun kegiatan akademik yang padat itu tak membuatnya kurang pergaulan alias kuper. Harta juga bersosialisasi dengan teman dan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler.

"Kalau week end saya jalan dengan teman-teman, saya sering main rugby, wrestling (gulat), ke fitness. Saya juga menjadi council di student government (semacam BEM, red). Saya juga joint organisasi bisnis," papar putra pasangan Candra Harianto dan Judith Harianto.

Ke depannya, Hartadinata ingin meneruskan S2 di bidang ekonomi. Kemudian, dia berniat untuk kembali ke Indonesia, untuk membangun rumah sakit.

"Saya ingin membuat 2 rumah sakit. Rumah sakit A, internasional dan profit, dikunjungi bagi mereka yang mampu. Nah profit dari RS A itu sebagiannya dialokasikan ke RS B bagi pasien menengah ke bawah yang kurang mampu. Subsidikan dana-dana yang didapat dari rumah sakit A, sehingga orang-orang yang tidak mampu dibantu juga," kata penyuka nasi goreng dan nasi otak padang ini.

Dengan prestasinya ini, Harta juga menularkan semangatnya kepada remaja-remaja Indonesia dengan menjadi motivator. Dia sudah berkeliling ke beberapa SMA di Jakarta, Bandung, Bogor, Solo, Yogyakarta untuk menunjukkan bahwa remaja Indonesia tak kalah dengan rekan-rekannya di dunia. Bisa berprestasi di tingkat internasional.

"Remaja-remaja kita sangat pintar dan sangat-sangat mampu dalam kepintaran dan keinginan. Hanya sisi kejuangannnya mereka yang perlu ditambahkan. Butuh dorongan dari guru-guru dan orang tua buat mereka berjuang. Saya ingin datang ke sekolah-sekolah mencoba membantu memberi motivasi," ujar peraih rekor MURI sebagai motivator pendidikan termuda di Indonesia ini.

Masalah-masalah yang kerap dijumpai di SMP-SMA di Indonesia, seperti tawuran dan bullying juga tak luput dari pengamatannya. Menurutnya, peran lingkungan sangat penting untuk mencegah dan mengatasi hal itu.

"Di sini masih kurang rukun, banyak di antara lingkungan berbeda, perbedaan itu dibikin masalah. Di sana (AS) perbedaan dihargai, ada organisasi yang memang isinya orang asia, bule dan mereka bersatu saling membantu," tutur Harta ketika ditanya solusi mengatasi tawuran.

Mengenai bullying, di AS juga ada. Namun Harta mencontohkan untuk mencegah bullying senior pada junior, ada program di mana seniornya membantu para juniornya. "Harus ada sistem yang membuat orang senior mengerti powernya bukan untuk mem-bully junior, tapi juga untuk membantu," jelas dia.

Nah, Harta bersedia membagi rahasianya agar sukses di bidang akademis dan non-akademis seperti yang dialaminya.

"Rahasianya, diaplikasikan kerja keras. Saya dapat beasiswa bukan karena kepintaran, tapi kepintaran dan perjuangan yang sangat keras. Mau jadi insinyur, profesor, businessman atau apa pun, harus kerja keras," pesan Harta.

Remaja Indonesia, berniat mengikuti jejak Harta?

(nwk/fjp)

Sumber : http://news.detik.com/read/2012/12/28/075912/2128447/608/hartadinata-harianto-remaja-jenius-ri-yang-tempuh-akselerasi-sekolah-di-as?

Friday, December 28, 2012

Presiden Nonton Bareng Film Habibie Ainun Bersama BJ Habibie

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Negara akan menyaksikan tayangan perdana film 'Habibie & Ainun' di Jakarta, Senin (16/12) sore. Film itu menceritakan kisah hidup mantan Presiden BJ Habibie dengan sang istri, almarhum Hasri Ainun Besari.

Wakil Presiden Boediono beserta istri dan beberapa menteri Kabinet Indonesia Bersatu II pun akan menyaksikan penayangan film garapan sutradara Hanung Bramantyo. Film itu diadaptasi dari buku berjudul sama yang terbit pada 2010.

Aktor Reza Rahardian memerankan tokoh Habibie. Sementara Ainun diperankan penyanyi sekaligus aktris cantik Bunga Citra Lestari. Sejumlah pemain papan atas pun ambil bagian dalam film tersebut seperti Lukman Sardi dan Agus Kuncoro.

Film 'Habibie & Ainun' menuturkan perjuangan pasangan muda mewujudkan mimpi di Jerman. Mereka lalu kembali ke Indonesia dan menjadi pasangan nomor satu di negeri ini. Hingga akhirnya, sepasang kekasih itu dipisahkan oleh maut. Kisah nyata Habibie dan Ainun itu mulai menghiasi bioskop Tanah Air mulai 20 Desember 2012.(Ant/RRN)

Mantan Presiden R BJ Habibie menemukan sosok mendiang istrinya, Hasri Ainun Besari, pada Bunga Citra Lestari (BCL). Itulah yang menjadi alasannya memilih Bunga sebagai pemeran istrinya dalam film 'Habibie & Ainun'.

"Saya lihat Bu Ainun di Bunga," demikian kata Habibie seperti yang dituturkan Zaskia Adya Mecca sebagai casting director film.

Menurut istri sutradara Hanung Bramantyo itu, Habibie turut berperan dalam proses penggarapan film. Ia juga terjun langsung memilih para pemeran. Habibie pun memilih Bunga dari tiga calon yang diajukan Zaskia.

"Aku tahu Bunga punya kemampuan bermain yang sangat baik. Dia juga sempat enggak pede. Aku support dia, aku yakinkan dia. Akhirnya dia bisa memainkan dengan baik," ujar Zaskia

Berbeda dengan Bunga, pemilihan pemeran Habibie terbilang sulit. Hingga akhirnya, Zaskia memilih aktor Reza Rahardian sebagai mantan Menteri Riset dan Teknologi itu.

Secara fisik, aku Zaskia, Reza sangat berbeda dengan Habibie. Namun Reza mampu menirukan gaya berjalan dan bicara khas Habibie. Uniknya, Reza bisa melakukan itu selama dua pekan mendalami peran sebagai Habibie.

"Aku rasa dia (Reza) yang terbaik. Karena kita enggak bisa pakai dua pemain untuk yang muda dan tuanya. Aku harus cari pemain yang sanggup memainkan dari muda sampai yang tua," ujar Zaskia.(MI/RRN)